KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
145. Benediktus IX (1032-1044)
Benediktus atau Theophilaktus III lahir di Roma. Ia adalah putera Raja ALberik III, keponakan dari Paus Benediktus VIII dan Yohanes XIX. Ia terpilih menjadi paus pada 21 Oktober 1032 pada usia yang sangat muda yaitu 12 tahun atau kemungkinan besar usia 20-an. Itu terjadi karena desakan ayahnya Raja Alberik III yang adalah penguasa Roma yang sesungguhnya. Nasibnya yang aneh menghantarkannya menjadi paus sebanyak tiga kali (diturunkan dua kali dan terakhir mengundurkan diri). Pertama sekali ia bertahan sebagai paus selama 12 tahun. Itupun karena kekuatan saenjata. Kehidupannya yang tidak bermoral dan bercela menjadi skandal bagi setiap orang. Ia paus terkorup dan terkenal karena nama buruk.
Namun demikian para imam dan masyarakat menerimanya dengan maksud menjaga kedamaian dan mencegah pertumpahan darah. Ia tidak diterima oleh keluarga Kresensius, musuh bebuyutan para bangsawan. Perang tanpa belas kasihan pecah di antara kedua keluarga tersebut. Benediktus diturunkan dari Takhta Kepausan untuk pertama kalinya pada tahun 1044 lalu diganti oleh Silvester III. Benediktus melarikan diri namun tidak menyerah. Ia kembali naik takhta pada 10 April 1045 – 1 Mei 1045. Ia kemudian menjual takhtanya kepada Gregorius VI dan mengundurkan diri. Tahun berikutnya ia menyesal dan muncul kembali di Roma. Pada saat itu ada tiga paus sekaligus yakni Benediktus sendiri, Silvester III dan Gregorius VI. Raja Hendri III dari Jerman memecat ketiganya dan memilih Klemes II. Klemens II meninggal mendadak dan Benediktus mengangkat dirinya sendiri pada 8 November 1047 – 17 Juli 1048. Raja Henri menolaknya dan mengangkat Damasus II. Pada saat terkahir, Benediktus bertobat dan meninggalkan semua masa lalunya yang gelap. Ia wafat sekitar tahun 1049.
|